Kamis, 13 September 2012

Kabulkan Permintaan Menkominfo RI, Youtube Blokir Film Penghina Nabi

Film 'Innocence of Muslims' memicu pergolakan hebat di sejumlah negara di Timur Tengah. Karena itu, Menkominfo Tifatul Sembiring segera melakukan pemblokiran.

Film itu menghina Nabi Muhammad, dengan menggambarkannya sebagai seorang homoseksual, pelaku pelecehan anak-anak, penyuka banyak perempuan, dan haus darah. Film yang dibuat sutradara Yahudi Sam Becile itu di-unggah ke laman Youtube dan bisa ditonton seluruh masyarakat dunia.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan, Indonesia sudah berhasil meminta Youtube untuk memblokir film itu. "Sudah berhasil diblokir sore ini, Indonesia sudah bekerja sama dengan Youtube dan sudah dilaporkan bahwa Innocence of Muslims diblokir untuk Indonesia," ujarnya saat ditemui wartawan di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Kamis, 13 September 2012 malam.

Tifatul melanjutkan, Youtube juga sedang mengkaji ulang konten video tersebut untuk diblokir di seluruh dunia. "Ini kan dari luar kontennya. Mereka akan kaji lagi, nanti baru ditutup permanen untuk seluruh dunia," katanya.

Permohonan dari Indonesia untuk memblokir film itu sesuai instruksi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. "Saya diinstruksi untuk mengantisipasi dan memblokir Youtube. Itu sudah menewaskan Dubes AS di Libya. Sekarang sudah tidak bisa diakses. Kalau masih ada yang bisa buka, lapor saja ya," lanjut Tifatul seperti diberitakan media online viva news.

Di Mesir, film ini memicu gugatan hukum yang diajukan seorang wartawan Mesir terhadap produser film ini. Disebutkan dalam gugatan tersebut bahwa film ini sengaja ditujukan untuk 'menyerang Islam'. Gugatan ini diawali oleh pemberitaan sejumlah media Mesir yang menyebut sejumlah umat Kopstik Mesir yang tinggal di AS ikut terlibat dalam pembuatan film ini. Pemerintah Mesir pun didesak untuk melepaskan kewarganegaraan orang-orang Mesir yang terlibat dalam film ini.

Film ini memicu unjuk rasa besar-besaran di Kairo, Mesir dan Benghazi, Libya. Ribuan demonstran menyerbu dan menyerang kantor kedutaan dan konsulat AS di dua wilayah tersebut. Bahkan, Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens beserta 3 stafnya tewas akibat serangan yang terjadi pada 11 September malam waktu setempat. Mereka tewas akibat serangan roket yang mengenai mobil yang mereka naiki saat akan meninggalkan gedung konsulat menuju tempat yang lebih aman. Pemerintah Libya terang-terang menyebut pelaku pembunuhan Stevens ini merupakan para loyalis mendiang Muammar Khadafi.





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Cerita 'Kecil' Dibalik 70 Penghargaan Kang Aher


by roni sewiko*

Saya sudah menganggapnya seperti kakak. Orangnya Cheerful, wajahnya cerah dan menyenangkan bila mendengar obrolannya. Namun ternyata, manusia Sanguin seperti ini pun tak lama akan berwajah kusut karena mengimbangi pekerjaan atasannya.

Ya, ia adalah seorang ajudan dari Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat kini.

Bila sudah kusut begitu, memancing mood dengan mengobrol selalu masuk kategori solusi.

Ada satu cerita darinya yang selalu saya kenang hingga sekarang. Mengimajinasikan cerita satu itu mengajak saya untuk lebih sabar belajar tawadhu.

---

Pada April 2008, halaman tempat itu sudah disesaki wartawan. Ya, gedung DPRD Kabupaten Majalengka berdasar jadwal KPU Jabar mendapat jatah untuk jadi saksi Pesta Demokrasi.

Hari itu, 3 pasangan cagub dan cawagub mantap sudah menyiapkan diri di ruangan. Mereka akan memaparkan pandangan dan rencana ke depan untuk Jabar.

Disanalah kakak saya ini berada juga. Saat itu, ia masih berstatus sebagai ajudan dari Bupati Majalengka yang menjabat.

Yang dituturkannya kemudian kurang lebih adalah seperti ini:

Sesuai nomor urut, setiap pasangan akan maju dan berbicara di depan Rakyat Majalengka.
Saat pasangan nomor 1 maju, suasana ruangan mendadak riuh. Sang Incumbent yang kuat menempel berbalap dengan calon nomor 2 ini rupanya didukung massa yang banyak. Iapun menyampaikan visi misi dengan tetap diiringi sorak sorai massa-nya.

Beralih pada giliran berikutnya. Sang Nomor 2 yang merajai Polling ini tak kalah mendapat iring dukungan massa yang kuat. Ruangan ramai kembali. Mantan Menteri yang menggaet tokoh NU yang bermassa banyak di Jabar ini punya pengaruh kuat. Sekali lagi, serangkaian kalimat visi sera misi-misi membangun Jabar telah sampai ke telinga Publik.

Sebelum lanjut cerita, kakak satu ini menerawang sesaat sambil tersenyum.

Lalu pasangan terkahir pun naik.

Berbeda dengan sebelumnya, sama sekali tak ada keriuhan. Namun tepuk tangan dari sedikit pendukung dan tim suksesnya cukup melegakan. Setidaknya, ini menegaskan bahwa mereka tak kan sekedar jadi penggembira di Pesta Demokrasi rakyat Jabar ini. Masih ada sekelompok orang yang punya mimpi dan bersungguh-sungguh dengan mimpinya.

Saat keduanya naik, semua orang akan langsung mengenali. Namun bukan sosok sang Cagub, tapi justru sang cawagub. Ya, siapa pula tak mengenal aktor laga berwajah tampan ini? Tapi yang satunya? si Cagub? siapa dia? orang-orang baru tahu, baru melihat bahkan.

Orang yang menceritakan ini pada saya, selalu mengulang-ulang bagian berikut ini dengan lebih dramatis.

"Kalau yang lain membacakan visi misinya di selembar kertas tebal khusus dan ber-map khusus pula, tapi yang ini tidak."

"Percaya atau nggak, pak Heryawan cuma membawa secarik kertas kecil.Tak ada map, apalagi kertas tebal!"

---

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, namun itulah realitasnya. Pandangan dan Misi-misi dari secarik kertas kecilnya itu telah mengantarnya meraih hingga genap 70 penghargaan pada 11 September 2012.

Visi, maupun misi, adalah buah pikir dan mimpi-mimpi panjang seorang pejuang. Bukan hiasan pena kolektif dari tim protokol.

Begitulah cerita dari orang yang kini jadi ajudannya itu. Kisah yang tak mungkin dusta sebab disampaikan dari mulut orang yang melihatnya terus semenjak pemilihan hingga kini.

Oia, ada satu lagi. Menulis di secarik kertas itu ternyata bukan rekaan dan celah pencitraan. Hingga kini, jika suatu saat pembaca berkesempatan mengikuti acara yang didatanginya, perhatikan saat-saat sebelum ia naik mimbar untuk memberi sambutan.

Ia, selalu menulis ulang apa yang akan ia sampaikan. Lembar sambutan yang rapi tersusun dari protokoler biasanya tak banyak ia baca. Namun begitulah seharusnya. Sebab, buah pikir dari hati, akan sampai tak hanya di telinga, namun juga ke hati.

Allahua'lam bish shawab


*http://mataronis.blogspot.com/2012/09/realitas-dibalik-secarik-kertas.html



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Rabu, 12 September 2012

Cerita Keluarga Pak Cahyadi dengan Tetangganya | Kisah Inspiratif

"Berpagi-pagi menjemput rizki"
Oleh Bu Ida Nur Laila
(Istri ustadz Cahyadi Takariawan)

Setiap pagi, selesai adzan shubuh, suara berderak sapu lidi menyentuh tanah, adalah musik harianku. Bukan aku yang melakukannya, tetapi Sumi, tetangga depan rumahku. Wanita sederhana usia 42 tahun itu selalu menyapu halaman rumahku, setiap pagi, hampir selalu. Mungkin dalam setahun ia hanya cuti melakukan aktivitas itu 3 atau 4 kali.

Aku pernah bertanya padanya:

"Bagaimana mungkin kamu sudah memegang sapu, sedangkan jamaah sholat dimasjid belum pulang ?"

Saat itu aku pulang dari shubuhan di masjid, dan ia telah menyelesaikan sebagian besar halaman rumahku dengan sapu lidinya.

"Saya bangun sebelum shubuh, menjerang air, lalu berwudhu. Begitu adzan, saya langsung shubuhan lalu ambil sapu..."

Waah...

Kucontohkan pada anak-anakku, kisah itu. Bahwa semestinya setiap orang berpagi-pagi menjemput rizki seperti mbak Sumi.

"Tapi kenapa mbak Sumi hidupnya begitu-begitu saja..." tanya anakku.

Aku faham apa yang dia maksudkan dengan begitu-begitu saja...Anakku belum bisa melihat kehidupan secara utuh. Barangkali juga banyak orang lain melihatnya demikian. Biar lebih jelas kuceritakan saja.

Sumi adalah janda cerai dengan satu anak. Ia hidup bersama ibunya yang sudah renta. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang dibangun dari hasil bantuan untuk korban gempa, persis di tanah kas milik Desa, di depan rumahku. Anak semata wayangnya barusan lulus STM dan telah diterima bekerja di sebuah pabrik pertambangan di Kaltim.

Sehari-hari Sumi bekerja di sebuah pabrik mebel, pemasok eksport ke beberapa negara. Aku mengenalnya 6 tahun yang lalu, sejak kami pindah rumah ke kampung ini. Awalnya aku melihat Sumi biasa saja, sebagaimana banyak perempuan desa yang telah tinggal di kampung ini sebelum kami datang.

Perawakannya kurus, tingginya sedang, kulitnya kecoklatan karena setiap hari mengayuh sepeda berangkat dan pulang ke pabriknya yang berjarak sekitar 5 km dari tempat tinggalnya. Namun tidak disangka, perawakannya yang kurus menyimpan tenaga yang sangat besar. Ia biasa mengangkat mebel2 berat untuk dimuat di kontainer.

Sumi cukup pendiam, bicara seperlunya saja. Ia tidak pintar berbasa-basi atau beramah tamah. seolah ia terlahir hanya untuk bekerja. Pada awalnya, aku mengira ia tidak ramah. Namun setelah beberapa waktu, aku menghargai kedisiplinannya.

Setiap pagi, tepat jam 07.00 ia pasti sudah mengayuh sepeda menuju pabriknya. Nanti sekitar jam 16.00, ia akan kembali tiba di rumah. Kadang jika lembur ia pulang sekitar jam 18.30.

Pada jadwal normal, ia bersegera membereskan pekerjaan rumahnya, meladeni orang tuanya dan membersihkan dirinya. Lalu saat adzan maghrib berakhir, ia sudah sampai di rumahklu, bersiap menyeterika baju.

Aku pernah bertanya padanya ;

" Adzan magrib baru selesai, kok kamu sudah sampai sini ? Apa kamu sudah sholat maghrib ?"

"Saya mandi dan berwudhu sebelum maghrib, lalu begitu adzan, saya langsung sholat maghrib tanpa menunggu usai adzan, setelah itu langsung ke sini..."

Waah...

Lantas ia menyeterika cucian orang serumahku yang menggunung. Kadang usai jam 21.00. Jika sangat banyak, kadang usai jam 22.00. Hasil seterikaannya rapi.

"Jam berapa kamu istirahat?"

" Nanti sepulang dari sini, nyuci baju sebentar trus istirahat..."

......

Melihat kegigihannya menghidupi dirinya, ibunya dan anaknya, itulah aku bersimpati. Pada suatu hari, empat tahun yang lalu, ia tengah menyapu halaman dan aku menghampirinya.

"Anakmu sudah lulus SMP, mau melanjutkan dimana...?"

"Tidak melanjutkan bu, saya tidak kuat membiayai sekolah SMU. Uang masuknya tidak sedikit...."

"Anakmu harus sekolah, jaman sekarang kalau hanya lulusan SMP mau jadi apa. Kamu suruh daftar dia ke STM, biar nanti bisa langsung kerja. Biar aku carikan biaya". Sejak itu aku punya anak asuh, anaknya Sumi.

Begitulah, anaknya ternyata cukup berprestasi sehingga, begitu lulus, ia lolos seleksi langsung disalurkan mengikuti pelatihan di Jakarta selama 3 bulan, lalu bekerja di pabrik pertambangan. Dan beberapa bulan setelah dikirim ke Samarinda, untuk pertama kalinya ia pulang dari Kaltim dengan naik pesawat...

.......

Sampai disini, apakah anda bisa memahami ceritaku yang centang perenang ini.
Sesungguhnya rizki itu, tidak selalu berbentuk materi, yang orang lain melihatnya dengan standar tertentu.

Sumi perempuan lugu, single parents. Ia hanya menapaki hari-harinya, tanpa banyak keinginan dan tuntutan. Sejak dulu sepeda kayuhnya tidak pernah ganti. Sejak dulu rumahnya tidak pernah direnovasi, dan nyaris aku tidak pernah melihat dia piknik kemanapun.

Namun ia mensyukuri banyak hal.

Ia selalu sehat dan kuat melakoni kewajibannya, nyaris jarang sakit. Itu adalah rizki yang tak ternilai oleh harta.

Ia bisa menyekolahkan anak hingga mendapat pekerjaan yang sesuai. Anaknya bisa sekolah sampai lulus. Itu adalah bagian dari rizkinya. Bahkan saat usai gempa yang merobohkan rumahnya, ia mendapat bantuan uang dari perusahaannya yang lebih besar dari yang diterima teman-temannya. Uang itu, sekitar 4,5 juta, mungkin baginya cukup besar nilainya, ia serahkan pada kami, aku dan suamiku :

"Bapak, ini uang dari perusahaan, tolong dipakai untuk membangun kembali rumah saya"

Dan suamiku mengiyakan saja, hingga dengan berbagai cara jadilah sebuah rumah tembok kecil ukuran 5 x 6 meter.

Saat orang tuanya juga mendapat dana Pokmas untuk korban gempa, ia membangun 1 rumah lagi, bahkan kini mereka punya dua rumah kecil yang berdampingan.

Bukankah itu rizkinya...?

Mungkin orang melihat, tak ada yang berubah dari kehidupan hariannya. Seperti pagi ini, ia masih saja menyapu menembus dingin. Dan tak lama lagi ia akan mengayuh sepeda, menuju pabriknya. Dan nanti sore ia telah hadir menyeterika.

Namun aku tahu, ia menikmati semua itu. Dalam hatinya ada kebanggaan mengingat anak semata wayangnya, yang telah bisa mencari penghidupan, walau jauh di seberang, sementara anak lain seusianya, masih merengek kepada orang tuanya.

Kebahagiaan itu adalah bagian dari rizkinya.


dan dalam gambar, itu adalah hadiah ayam, kemenangan bu Sumi dalam mengikuti lomba menganyam ketupat, pada hari ahad yang lalu (di acara Syawalan 1433 H PKS Banguntapan-ed).

Ayo berpagi-pagi menjemput rizki dan kebahagiaan.


*http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2393387130902&set=a.1012018517550.1769.1737650396&type=1



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Selasa, 11 September 2012

PKS Minta Pemerintah Tidak Bebani Calon Jamaah Haji dengan Biaya-biaya Lain

Jakarta – Program Vaksinasi gratis yang pernah diumumkan Menteri Kesehatan (Menkes) kepada jamaah haji awal Maret 2012 lalu ternyata ditunda lagi ke tahun 2013 sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bernomor TU.01.02/XIV/1264/2012 tertanggal 24 Juli 2012.

“Saya minta Kemenkes selaku pihak yang berwenang untuk segera memperbaiki program vaksinasi pada calon jamaah haji karena ada implementasi vaksinasi haji yang tidak sesuai dengan manajemen perencanaannya, awalnya Menkes lama bilang dihadapan Dewan bahwa vaksinasi influensa juga digratiskan, tapi di lapangan lain. Laporan yang masuk ke kami, banyak jemaah merasa tertipu karena sebelumnya diumumkan gratis, tetapi di Puskesmas diharuskan bayar Rp. 150 ribu plus pungli sekitar Rp. 50 ribuan”, kata Anggota Komisi IX DPR Herlini Amran di Komplek DPR, Rabu (12/09).

Pada tahun 2010, anggaran Kesehatan Haji mencapai Rp 313 miliar karena dua kali membeli vaksin yang tidak halal. Sementara anggaran pelayanan kesehatan haji pada tahun 2011 dikoreksi menajdi Rp 296 miliar. “Dalam APBN tahun 2011 saja, pemerintah menganggarkan Rp 58 miliar untuk pengadaan 238 ribu dosis vaksin meningitis, apa lagi tahun 2012? Padahal Sekretaris Menkes juga pernah mengklaim tidak ada penambahan anggaran kesehatan haji tahun 2012, termasuk akan menggratiskan biaya vaksinasi influensa”, ujarnya.

Lebih jauh Legislator Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan bahwa awal bulan Maret lalu Kemenkes mewajibkan calon jamaah haji tahun ini mendapatkan dua macam vaksin. Yaitu, vaksin meningitis meningococcus ACW135Y dan vaksin influenza (seasonal flu) yang diberikan dengan gratis karena sudah ditalangi APBN. Distribusi dua vaksin ini ke dinas kesehatan provinsi dimulai bulan Mei 2012.

“Berarti kan sekarang calon jamaah haji tahun ini malah dibebani tambahan biaya untuk vaksinasi yang diwajibkan Menkes awal bulan Maret lalu?” tuturnya.

Anggota DPR asal Dapil Kepuluan Riau ini meminta, “Pemerintah janganlah lagi membebani calon jamaah haji dengan biaya-biaya lain, karena biaya pendaftaran haji saja saat ini saja sudah cukup mahal,” pintanya.

Herlini berharap pemerintah segera berharap pemerintah segera memperbaiki manajemen perencanaan pada program vaksinasi pada jamaah haji ini. Semoga tahun ini, permasalahan ini berakhir. “Orang mau ibadah janganlah dipersulit,” pungkasnya.



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

FAKTA di balik Gedung DPR | Kultwit @AryaSandhiyudha




Arya Sandhiyudha AS
@AryaSandhiyudha
Staf Ahli Ketua Komisi I DPR-RI | Mhs Ph.D di Fatih Univ. Turki



  1. Sah2 saja klaim fraksi-nya di DPR-RI tak pernah ikut "kunker LN"; tapi mayoritas anggota fraksi-nya hampir TAK PERNAH hadir rapat2 komisi :)

  2. Sah2 saja fraksi-nya menganggap studi banding, plesir, kunker ke LN itu tidak perlu; tapi kalau rapat komisi juga TAK PERNAH maunya apa? :)

  3. Sah2 saja fraksi-nya anggap tidak ke LN itu 'hebat'; tapi kalo hampir TAK PERNAH rapat panja, pansus, RDP/U? Cari 'sensasi / prestasi' ? :)

  4. Sah2 saja fraksi-nya anggap tidak ke LN itu 'hebat'; tapi kalo yang komentar juga lebih sering di TV daripada DPR-RI 'hebat' juga? :)

  5. Sah2 saja tuips percaya 'klaim2 itu'; tapi ada banyak fakta yang tak terkuak dibalik semua 'tayang' & 'lampu sorot' media. Entah kenapa.. :)

  6. Sah2 saja memperdengarkan dan memperlihatkan 'sensasi' ; tapi ALLAH-lah satu-satunya penilai 'prestasi' yang bermanfa'at untuk kita kelak.

  7. Saya lebih senang jika media fokus, investigasi dan memperlihatkan mereka yang ber'prestasi' dalam kerja2nya di DPR-RI.

  8. Menurut saya, ada perjalanan ke LN yang perlu, ada yang tidak. Tapi kalau rapat komisi, panja/pansus, hampir 100% perlu! :)

  9. Ada yg sangat baik, rajin rapat komisi, pan-sus/ja, RDPU & juga komunikasi media. Salah 1nya @MahfudzSiddiq. Bisa cek ke ang DPR yg rajin :)

  10. Datang saja, semua rapat DPR kan terbuka, kecuali dinyatakan tertutup. Sayang kalo hanya baca media dan datang paripurna.

  11. Tapi datangnya jangan bilang2, nanti anggota DPR yang biasanya 'ghoib'/ hilang akan 'dandan' untuk tampil :)

  12. Sila dikonfrontir ke para anggota DPR dari fraksi trtentu; yg mrasa 'hebat' karena tak ikut ke LN. Kok rame2 jarang lihat mereka rapat y? :)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Delegasi Tahap-2 PKS Kembali ke Rohingya Kali ini Bersama Perwakilan Ormas Islam

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) benar-benar serius membantu Muslim Rohingya di Myanmar. Setelah delegasi pertama tiba di tanah air dengan sejumlah hasil pada akhir Agustus lalu, Partai Islam berlambang dua bulan sabit mengapit padi emas itu kembali mengirimkan delegasinya. Bersama perwakilan sejumlah ormas Islam, delegasi kedua PKS itu telah tiba di Yangon, Myanmar, Senin (10/9).

Hari ini, rombongan yang dipimpin Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim itu dijadwalkan bertemu dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar dan sejumlah ormas setempat.

"Hari ini jadwalnya kami bertemu dengan KBRI," kata Hakim di Yangon, Myanmar, Selasa (11/9) seperti dikutip Republika.

Selain bertemu KBRI, rombongan juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat yang berasal dari tokoh keagamaan baik Islam maupun Budha.

Hakim menambahkan, delegasi kedua tersebut akan melengkapi upaya yang telah dilakukan delegasi sebelumnya, dengan penekanan pada bantuan kemanusiaan dan membangun solidaritas Islam.

"Kunjungan pertama adalah penguatan dialog diplomatik, kunjungan kedua memperkuat bantuan kemanusiaan dan solidaritas muslim," imbuhnya.

Sebelumnya, PKS mengirimkan delegasi pertama pada pertengahan Agustus lalu. Rombongan pertama yang terdiri dari Aleg PKS Hidayat Nur Wahid, Moh. Sohibul Iman, Nurhasan Zaidi, dan Ledia Hanifa itu cukup membuahkan hasil bagi pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta dialog diplomatik dengan pemerintah dan parlemen yang berjanji akan menyelesaikan persoalan kewarganegaraan. [IK/Rpb/bsb]


*http://www.bersamadakwah.com/2012/09/perkuat-bantuan-kemanusiaan-delegasi.html


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Musim Haji Segera Tiba, Relawan Haji PKS Arab Saudi Siap Berkhidmah Layani Jamaah Haji Indonesia

Tim Relawan Haji PKS Arab Saudi 1432 H
Musim Haji 1433H tak lama lagi akan tiba, insyaAllah PIP (Pusat Informasi dan Pelayanan) PKS Arab Saudi seperti tahun-tahun sebelumnya berkhidmat untuk melayani tamu-tamu Allah di Tanah Suci.

Kami telah membuka pendaftaran Tim Relawan Haji PKS Peduli Umat (PKS-PU) kepada ikhwan, kader dan simpatisan PKS yang berdomisili di Arab Saudi.

Kader-kader PKS Arab Saudi akan kembali mengulurkan tangan kepeduliannya, meringankan kesulitan yang dihadapi sebagian besar saudara se-tanah air yang sedang memenuhi panggilan Ilahi di tanah suci, melaksanakan haji, menunaikan rukun Islam yang kelima.

Mereka adalah relawan yang memberikan waktu dan tenaga secara sukarela, meninggalkan keluarga yang senantiasa mendoakan, berhimpun dalam posko PKS Peduli Ummat (PKS-PU) yang akan siaga.

Tidak sekedar siaga dalam memberikan kepedulian, namun juga kepedulian yang tulus, dan ditunaikan secara profesional. Bantuan penunjuk jalan bagi jama'ah haji yang tersesat, informasi posisi dan lokasi, informasi hukum-hukum haji, buku gratis, layanan kesehatan hingga penjualan kartu selular lokal adalah di antara bentuk kepedulian dan kesadaran akan pentingnya keselamatan para tamu Allah. Karena di manapun berada, insya Allah PKS selalu peduli.

Semoga mendapatkan haji yang mabrur, amiin...

Berikut video dokumentasi 'Khidmah Relawan Haji PIP PKS Arab Saudi tahun lalu 1432 H'





*sumber: Fb PKS Riyadh



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia